Suntingan dari:
http://www.portalbanyumas.com/portal/modules.php?name=News&file=article&sid=251
Situs Tondowongso Penemuan Terbesar
sumber: www.seputar-indonesia.com
PENEMUAN 14 benda purbakala di lahan tanah untuk penimbunan di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kec Gurah, Kab Kediri, Jawa Timur, dinyatakan sebagai penemuan terbesar sejak pemugaran Candi Penataran 30 tahun silam.
Ini diketahui setelah 14 arkeolog anggota tim Unit Pelaksana Teknis BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Jawa Timur di Trowulan, Mojokerto, melakukan penggalian, pemetaan, dan rekonstruksi di lahan seluas 0,5 ha itu. ”Dari pengamatan kami, ini merupakan penemuan terbesar dalam beberapa tahun terakhir setelah Candi Penataran di Kecamatan Nglegok, Blitar. Kami perkirakan, kawasan ini merupakan bekas kompleks candi yang luas dan besar,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis BP3 Trowulan I Made Kusumajaya, kemarin.
Made menjelaskan, dasar situs Tondowongso sebagai penemuan terbesar adalah banyaknya benda purbakala yang ditemukan di lokasi penggalian. Kemudian, luas lokasi penemuan yang bisa mencapai 1 ha. Apalagi, di lokasi tersebut ditemukan tembok batu bata merah berukuran besar.”Kami membutuhkan waktu dua bulan untuk merekonstruksi semuanya,” tandasnya. Seperti diberitakan, penemuan demi penemuan terus terjadi di Dusun Tondowongso. Diawali dari penemuan enam arca,yaitu Mahakala, Durga, Lembu Andini,Yoni, Syiwa Catur Muka,dan Nandiswara.Selanjutnya, penemuan bangunan yang diperkirakan sebagai ”patirtan”(kolam pemandian kuno),disusul tujuh arca. Ketujuh arca yang ditemukan Sabtu (3/3), teridentifikasi Agastya, Lingga, Lembu Andini, Lingga, Duduk, Syiwa Mahaguru, dan satu arca belum bisa dikenali.
Dalam runutan penemuan benda purbakala, situs Tondowongso pernah diteliti arkeolog senior Indonesia. Pada 1957, Profesor Sukmono– seorang arkeolog asal Yogyakarta– pernah meneliti kawasan tersebut. ”Saat itu, senior kami itu menemukan sejumlah arca dan dibawa ke Prambanan.Arca tersebut sekarang disimpan di Museum Nasional Jakarta, sehingga perkiraan kami juga didasarkan pada penelitian sebelumnya,” lanjut Made. Made mengaku kecewa dengan penanganan situs yang dilakukan warga. Pasalnya, dengan penggalian liar, tim arkeolog akan kesulitan merekonstruksi situs Tondowongso.
Bisa jadi arca dan benda purbakala lainnya, posisinya akan berubah dari posisi asli arca dan bangunan lain yang ada di kawasan Tondowongso. Arif Sofyani, anggota tim arkeolog, menyatakan proses penggalian akan melalui beberapa tahapan, di antaranya memetakan wilayah yang diperkirakan ada benda purbakala. Setelah itu, akan diketahui blue print benda purbakala melalui review di atas kertas dan pemetaan. Dia memperkirakan, penggalian membutuhkan waktu dua pekan dengan biaya sekitar Rp100 juta. ”Selama proses penggalian, kawasan ini akan kami sterilisasi,” kata Arif Sofyani.
Di tempat terpisah, Bupati Kediri Sutrisno berjanji akan membantu tim dari BP3 yang sedang menggali situs Tondowongso. Pihaknya akan membentuk tim dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri untuk memback- up tim dari BP3.
(edi purwanto)