kangguru Guest
|
| Penjelasan Nama Indonesia oleh Waruno Mahdi |
Posted: Tue Oct 02, 2007 11:52 pm |
|
From: "Ibrahim Bramijn" <herri@***.nl>
To: <herri@***.nl>
Subject: IBRAHIM ISA: PENJELASAN NAMA INDONESIA OLEH WARUNO MAHDI
Date: Fri, 4 Jan 2002 13:53:04 +0100
IBRAHIM ISA
4 Januari 2002.
PENAMAAN "INDONESIA" ITU TIDAK SALAH KAPRAH
(Waruno Mahdi)
Atas persetujuannya, saya publikasikan di bawah ini penjelasan Sdr. Waruno Mahdi mengenai istilah atau nama INDONESIA. Menurut Pramudya di dalam pernyataan tahun barunya (sebelumnya juga Pram sudah berkali-kali menyatakannya) penamaan Indonesia itu t i d a k b e n a r. Itu nama yang diberikan oleh orang asing,dsb. Maka penamaan Indonesia itu harus dikoreksi, diganti dengan (pernah dikemukakan oleh Pram) nama NUSANTARA.
Sdr Waruno Mahdi, yang saya kenal menjadikan studi mengenai bahasa-bahasa sebagai salah satu "hoby" nya, menyempatkan waktu untuk mencarikan keterangan dari mana asal kata INDONESIA itu. Sdr Waruno dalam emailnya kepada TRW dan juga kepada Sdr Joesoef Isak minta agar keterangan yang diberikannya itu diteruskan kepada Pramudya Ananta Tur.
Dan selanjutnya bacalah keterangan Sdr. Waruno Mahdi di bawah ini.
Terima kasih kepada Sdr. Waruno Mahdi yang telah memberikan penjelasan tsb.
Salam hormat,
IBRAHIM ISA
-------------------
Penjelasan Sdr. Waruno Mahdi:
.
"Indonesia ini artinya kepulauan India. Ketika Barat mencari rempah rempah made in India, dari situ kemudian nama itu dipakai terus. Itu salah. Kita ini tidak bisa memperbaiki dan tidak mau memperbaiki nama," kata Pramudya. ....
sumber : Kompas 3 januari 2001.
Kebetulan ada teman lain barusan mempertanyakan soal yang sama, dan saya beri keterangan yang sekarang saya salin di bawah ini. Terimakasih sebelumnya kalau dapat disampaikan kepada Pram yang tidak ada alamat emailnya....
Salam hangat, Waruno
Mengenai asal-usual istilah "Indonesia", benar keterangan bahwa itu ciptaan James Richardson Logan dalam tulisan berjudul "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders", dalam majalah "Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asian" jilid 4 (thn 1850), hlm. 252-347, khususnya pada halaman 254 dalam catatan bawah (footnote) dengan tanda silang/salib (Inggeris: dagger).
Penelitian tuntas tentang etimologi nama Indonesia itu terdapat dalam tulisan Russel Jones berjudul "Earl, Logan and 'Indonesia'" dalam majalah "Archipel" (Paris) jilid 6 (1973), halaman 93-118, yang ada juga saduran Indonesianya, kalau tidak salah dalam majalah "Jambatan" sekitar tahun itu juga.
Adapun perlu dicatat bahwa "-nesia" itu benar dari kata Yunani "nesos" yang berarti "pulau", sedangkan "Indo-" itu dari saduran Latin "India" daripada nama Yunani "Indik_" yang merujuk kepada segenap wilayah ke timur dari sungai Indus (artinya, tidak saja mencakup Pakistan, India, Burma, Bangladesh, tetapi juga termasuk kawasan lebih jauh ke timur, sampai dengan Indocina dan Nusantara (bagian baratnya, karena tentang adanya Nusantara selebihnya mereka waktu itu belum tahu).
Jadi, penamaan Indonesia itu tidak ada salah kaprahnya, melainkan merujuk kepada bagian "Indik_" yang berupa "nesos". Pemakaian nama "Indonesia" sebagai pengganti istilah "Hindia Belanda" (Nederlandsch-Indi_) itu muncul di kalangan intelektual Indonesia di negeri Belanda sekitar 1918, dan pertama kali di formulasi secara tegas dan nyata dalam makalah Suwardi Suryaningrat (belakangan dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara) berjudul "Het Javaansche nationalisme in de Indische beweging" pada pertemuan peringatan HUT ke-10 Budi Utomo di Amsterdam, bulan Mei 1918, dimuat pada hlm. 27-48 dalam kumpulan makalah pertemuan tersebut berjudul "Soembangsih; Gedenkboek Boedi Oetomo 1908--20 Mei--1918" (Amsterdam), para
penyunting: Sosrokartono, Notosoeroto, Suryaningrat. Sedangkan istilah "Insulinde" itu terjadi dari kata Latin "insula" yang berarti "pulau", dan "Inde[s]" (saduran Perancis daripada nama Latin "India" itu-itu juga). Istilah ini setahu saya pertama kali dipakai oleh Douwes-Decker alias Multatuli, tapi di mana khususnya saya tidak tahu persis.
*****
----- End of forwarded message from Ibrahim Bramijn ----- |
|
|