AlamBahasa - Bahasa & Budaya Indonesia
Username:   Password: 
Auto Login
  
AlamBahasa - Bahasa & Budaya Indonesia
Forum Tentang Bahasa, Budaya, Wisata dan Alam Indonesia
Forum of Language, Culture, Nature and Indonesian Tourism

 
 RegisterRegister 
It is currently Tue Sep 07, 2010 2:35 am
All times are UTC
RASA ITU TIDAK LAGI SAMA


Users browsing this topic: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest
Registered Users: None


View previous topic Tell A FriendPrintable versionDownload TopicPrivate MessagesRefresh page View next topic
Author Message
thomas
Guest



RASA ITU TIDAK LAGI SAMA
Reply to topic Reply with quote Go to the bottom
PostPosted: Thu Sep 06, 2007 7:43 am

Konon, ada suatu daerah di negeri yang terkenal dengan senyum manis warganya yang selalu tersungging di bibir masyarakatnya. Kasih sayang dan perhatian tulus selalu tercermin dalam raut muka yang bersih dari keinginan menyusahkan orang lain, apa lagi mengambil yang bukan haknya. Ah, Tetapi mereka juga memiliki harta dan kekayaan bersama, yaitu 'rasa sama'. Harta dan juga sekaligus pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan luar biasa dalam menghadapi segala keadaan.

"Seneng-susah kuwi padha, lan uga dadi duwekke pepada " Rasa senang dan susah itu sama, dan juga milik sesama". Tidak ada orang yang merasa lebih bahagia dari orang lain, tiada orang yang jauh merasa menderita daripada sesamanya. Rasa itu sama dan dirasakan sama oleh sesamanya, semua orang. Pepada adalah padha, sama, sesama. Tidak berbeda meskipun berbeda secara badani.

"Tangga teparo kuwi sedulur" adalah kebahagiaan seseorang dalam berasa sama dengan orang lain, teparo adalah bentuk dari paro yang artinya setengah. Tetangga adalah setengah bagian dari keseluruhan hidup orang di daerah itu. Setengah tidak akan menjadi satu kalau tidak ada setengah yang lain.

Namun, ketika Sang Hyang Antaboga menggerakkan ekornya dan menimbulkan bumi horeg, sehingga daerah itu ketaman lindu sedina kaping pitu, "rasa sama" itu meredup perlahan. Ekor Sang Hyang Antaboga yang menggoyang bumi 7 kali dalam sehari mendangkalkan "rasa sama", mengurangi pamor pusaka pada titik yang membahayakan.

Lindu atau gempa itu sendiri diterima sebagai sesuatu yang memang bisa terjadi dan harus diterima dengan rasa yang benar, tinampa kanthi legawa. Sesuatu yang harus diterima dengan rasa kesadaran penuh, legawa. Tangga teparo tetap menjadi setengah dari satu, kabeh ngrasakake rasa kang padha. Semua merasakan rasa yang sama, tidak ada yang lebih atau kurang.

Bencana atau Kala bendu yang benar-benar meluluhlantakkan rasa sama ternyata muncul belakangan. Kala bendu itu datang dari Batara Kalla- batara pembawa bencana, yaitu "lindu awujud lathi ing tengahing idu" Horegnya bumi dalam wujud bibir yang bersimbah ludah. Bibir yang menghasilkan kata. Kata dan angka yang membawa bencana.

Kekuatan gempa itu berjuta-juta kali lebih dahsyat dari sabetan ekor Sang Hyang Antaboga. Kehancuran yang ditimbulkannya bernilai 10, 20, bahkan 30 juta kali. Bebendu yang ditimbulkan Batara Kalla sungguh maha dahsyat dan menghancurkan rasa sama,

Rasa sama yang menjadi pusaka sekaligus panutan warga di daerah itu pun mulai redup, seiring nilai kehancuran yang dirasakan. Kekuatan 's ama dalam rasa" perlahan berubah menjadi rasa saya 3 juta lebih besar dari rasa kamu. Tangga sebagai tidak lagi menjadi teparo-setengah.Tetangga memang "mung separo", hanya setengah. Setengah, bukan satu. Ora padha, tidak sama. Tangga kena pinilara ing rasa lan raga, tetangga bisa disakiti secara jasmanidan rohani.

Karena rasa tidak lagi sama dan tetangga bukan lagi bagian dari satu, maka lahirlah anak turun dari Batara Kalla sebagai wujud dari kalabendu itu. Anak turunan dari Betara Kalla itu adalah kekerasan, keserakahan, sebagai bagian dari rasa tega.

Konon, ada satu daerah di negeri yang terkenal dengan senyum indahnya berubah menjadi senyum bengis dari seorang tetangga pada sesamanya. Senyum bengis karena rasa yang tidak sama diantara sesama.

Kasih sayang yang tulus berubah menjadi kasih saya uang kalau kamu sayang dengan hidupmu. Batara Kalla memang membawa bebendu

Rasa itu tidak lagi sama.....



:idea:
Back to top
Display posts from previous:   
   Board Index
   -> Wisata dan Budaya, Wisata dan Budaya Indonesia
View previous topic Tell A FriendPrintable versionDownload TopicPrivate MessagesRefresh page View next topic

Page 1 of 1  [ 1 Posts ]
 


Jump to:   
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum

Similar Topics
Topic Forum Author Replies Posted
No new posts Kosa Kata Baru Terjemahkan atau Tidak... Bahasa Indonesia / Indonesian Language agusbagus 2 Wed Dec 16, 2009 8:35 am View latest post
No new posts [ Poll ] TIDAK JELAS Bahasa Indonesia / Indonesian Language thomas 1 Sat Apr 14, 2007 12:47 pm View latest post
No new posts Apakah sama persis? Bahasa Indonesia / Indonesian Language Rinirio 5 Wed Apr 11, 2007 1:43 am View latest post

Style:  

Bahasa Indonesia Course - Bahasa Indonesia School - Bahasa Indonesia Training - Bahasa Indonesia Class - Learn basic Bahasa Indonesia

Javanese Language Course - Javanese Language Training - Javanese Language School - Javanese Language Class

Bahasa Indonesia Course in Yogyakarta - Bahasa Indonesia School in Yogyakarta - Bahasa Indonesia Training in Yogyakarta - Bahasa Indonesia Class in Yogyakarta

Learn Bahasa - Learn Indonesian Language - Speak Bahasa - Learn Javanese - Learn Jawa - Learn Bahasa Indonesia